Pemantauan Ketersediaan dan Harga Bahan Pangan Pokok Kalbar tgl 4 September 2022

Pemantauan Ketersediaan dan Harga Bahan Pangan Pokok Kalbar tgl 4 September 2022 Keterangan : Fluktuasi harga masing - masing komoditi cukup stabil. Hanya saja pada komoditi cabe rawit terjadi peningkatan harga rata - rata Kalbar sebesar Rp. 1.600,-

Catatan :
1. Komoditas merupakan 11 bahan pangan pokok sesuai dengan SE Nomor 511.2/3149/SJ tentang Pembentukan Satuan Tugas Ketahanan Pangan di Daerah dan komoditas kedelai
2. Perkiraan Kebutuhan Harian (Jumlah Penduduk x Angka Kebutuhan x Koefisien kebutuhan HBKN tahun 2021 (Panduan Prognosa BKP)
3. Jumlah penduduk berdasarkan Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka 2022 (BPS, 2022) : 5.470.790 Jiwa
4. Informasi harga merupakan rata-rata harga harian dari Kabupaten / Kota di Provinsi Kalimantan Barat
5. Produksi Beras merupakan angka estimasi dengan menggunakan rata-rata data series BPS 4 tahun terakhir (update data Agustus 2022)
6. Produksi Jagung berdasarkan rata-rata data series 4 tahun terakhir Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat
7. Produksi Bawang Merah ,Cabai Merah, Cabai Rawit berdasarkan data prognosa Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat
8. Produksi Daging Sapi/Kerbau, Daging Ayam Ras, Telur Ayam Ras berdasarkan angka sementara Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat
9. Produksi minyak goreng Januari-Februari dari data Produksi PT Wilmar , Maret-Desember rata-rata data series 2 tahun terakhir
10. Data Pasokan beras, jagung, kedelai, gula pasir dan minyak goreng dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Pontianak, Sintete dan Ketapang
11. Data Pasokan bawang merah, bawang putih, cabe dan produk peternakan dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak
12. Kebutuhan jagung merupakan kebutuhan untuk konsumsi langsung rumah tangga ditambah dengan kebutuhan untuk pakan ternak
13. Produksi lokal komoditi Hortikultura sangat kurang, dipenuhi dari pasokan luar yang secara kontinue didatangkan, dan tidak distok dalam jumlah banyak karena mudah rusak.
14. Neraca Ketersediaan dengan hasil negatif / defisit didapatkan dari jumlah ketersediaan yang dikurangi dengan kebutuhan rata-rata dikalikan jumlah penduduk keseluruhan. Keberadaan produk pangan tersebut di pasar masih tersedia dan tidak terjadi kelangkaan. Penghitungan neraca pangan dengan hasil defisit dapat dijadikan sebagai Early Warning System untuk peningkatan ketersediaan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.
15. Harga Komoditas beras merupakan harga rata-rata beras medium
16. Untuk komoditas daging sapi/kerbau, jumlah ketersediaan diambil dari ketersediaan daging sapi ditambah dengan daging kerbau, sedangkan untuk harga hanya diambil dari rata-rata harga daging sapi. Untuk informasi, harga daging kerbau berkisar antara Rp. 90.000,- sampai dengan Rp. 100.000,-.
17. Harga Minyak Goreng merupakan rata-rata harga minyak goreng untuk kemasan sederhana (bantal)
Sumber : Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat

Data and Resources

Additional Info

Field Value
Author Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat
Maintainer Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat
Last Updated September 26, 2022, 09:47 (WIB)
Created September 26, 2022, 08:58 (WIB)